Kamis, 01 Januari 2009

Tugas TI


Impian di Masa Depan

Pasangan hidup merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan oleh seorang manusia sepanjang hidupnya. Saat kecil manusia tersebut belum menyadari betapa pentingnya pasangan hidup bagi kehidupannya, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia maka seseorang akan mulai merasakan akan adanya sebuah kebutuhan untuk mencari pasangan hidup.

Manusia diciptakan oleh Sang Pecipta secara berpasangan yang perlu ia lakukan adalah mencari pasangan hidup tersebut dan hidup bersamanya untuk kemiudian melaksanakan salah satu perintah Tuhan untuk memenuhi bumi.

Pasangan hidup tidaklah mudah untuk didapatkan ,seorang manusia tidak dapat dengan begitu saja mendapatkan pasangan hidup yang tepat. Di era sekarang, kesibukkan dan aktivitas hidup yang padat cenderung dapat mengurangi waktu manusia untuk berinteraksi dengan sesama. Hal inilah yang dapat menyebabkan manusia kesulitan untuk mendapatkan pasangan hidupnya padahal umurnya sudah memasuki masa tua. Masalah penampilan yang jelek, kurangnya percaya diri juga dapat menjadi ipenyebab seorang tidak mendapatkan pasangan hidupnya. Untuk mengatasi hal ini dikembangakanlah suatu robot yang dapat menggantikan kehadiran manusia.

Kemajuan teknologi membuat manusia makin mendekati dunia khayalannya. Lantas apa yang akan terjadi pada tahun 2030. Pada tahun-tahun dikembangakan suatu mikroprosesor yang dapat mewujudkan impian manusia untuk mewujudkan manusia cyborg. Masa-masa sekarang adalah masa persiapan untuk mengembangkan interface manusia mesin (cyborg) dan menguji dampaknya dimasa depan tentang project ini.

Ini merupakan perkembangan yang luar biasa, sekaligus juga menakutkan dari kemajuan teknologi. Dari contoh formulasi matematika sederhana saja dapat menunjukkan betapa komputer menghancurkan kemampuan otak kita dalam sekejap. Jika demikian ada kemungkinan dalam setiap bagian tubuh kita nanti dimasa depan bakal tertanam chip-chip pintar yang membuat kita punya status baru, cyborg.

Melihat perkembangan robot yang begitu pesatnya pada masa-masa sekarang terutama produk robot buatan Jepang yang sudah mampu untuk berbicara dan memiliki interface menyerupai manusia, tidaklah menutup kemungkinan kalau hubungan romantis manusia dan robot tak akan lagi hanya terdapat dalam fiksi ilmiah. hubungan ini akan menjadi kenyataan pada tahun 2030. Akan ada robot yang juga memiliki emosi, personalitas, kesadaran. Robot-robot ini juga dapat berbicara dengan Anda dan mereka dapat membuat Anda tertawa. Robot ini akan bisa mencintai Anda selayaknya manusia akan mengataka ‘Saya cinta kamu’.

Namun, membuat sebuah robot yang pandai bercakap-cakap seperti manusia biasa tidaklah mudah . hal ini membutuhkan waktu penelitian yang lama dimana proyek pengembangannya sudah dimulai sejak masa sekarang . Robot-robot yang dijual sekarang ini barulah dapat bercakap-cakap sesuai dengan apa yang telah terprogram dalam memorinya. Untuk membentuk sebuah robot yang dapat berinteraksi dan menjadi pasangan manusia dibutuhkan kemampuan lebih dari itu. Robot diharapkan dapat menanggapi perkataan-perkataan yang dikatakan manusia sehingga dapat terjalin sebuah komunikasi dua arah antara manusia robot. Selain masalah interaksi, pembuatan robot cyborg ini mengalami kendala dalam hal personalits buatan, emosi dan kesadaran. Berberapa robot yang ada sekarang sudah memiliki bentuk yang hampir sama seperti manusia, namun mengenai masalah hubungan romantis maupun perasaan masih merupakan sesuatu yang berbeda. Komponen ini masih perlu banyak penelitian dan pengembangan sehingga dapat dihasilkan suatu robot yang dapat berpikir dan memilikik perasaan seperti manusia normal. Hal ini mungkin terlihat sebagai sebuah imajinasi, namun bagi beberapa orang hal ini bukanlah sesuatu yang impossible. Para peneliti-peneliti memiliki suatu keyakinan teguh bahwa akan ada saatnya dimana robot yang mereka ciptakan dapat menyerupai manusia seratus persen.

Robot tidaklah dapat memilih apakah ia akan menolak atau menerima kita. Hal ini akan menjadi sesuatu yang membosankan dan manusai bisa saja bertindak keras terhadap robot tersebut tanpa adanya suatu perlawanan sekalipun. Bukanlah tidak mungkin dalam diri robot diimplementasika kemampuan untuk menampik mitranya dari pihak manusia, namun hal ini dapat menyebabkan robot tersebut menjadi sulit untuk dijual.

Selain sebagai teman berinteraksi dengan manusia, robot ini juga tidak melupakan fungsi dasarnya sebagai robot yakni untuk membantu pekerjaan manusia. Robot-robot ini dapat melaksanakan aktivitas rumah tangga sehari-hari seperti mencuci, memasak,mengurus anak, mengepel lantai dan sebagainya.

Tahun 2030 akan menjadi tahun yang membahagiakan bagi manusia yang mengalami kesulitan dalaam mencari pasangan mereka. Mereka dapat mencari pasangan mereka sendiri. Mereka akan dapat membeli robot cyborg yang akan menjadi pasangan hidup mereka. Mereka dapat meimilih bentuk bodi dari robot yang diinginkan, jika mereka sudah merasa bosan mereka dapat menggantinya dengan robot yang baru. Hal ini tidaklah dapat dilakukan jika mereka memiliki pasangan hidup yang sebenarnya. Jika mereka bosan dengan pasangan hidup mereka yang sekarang, mereka tidak dapat membuangnya begitu saja. Haruslah melalui suatu proses perceraian sebagaimana sebelum memulai berkeluarga ada proses pernikahan.Selain sebagai pasangan hidup, robot cyborg ini juga dapat menjadi ‘toko’ bagi mereka yang mengalami gangguan seksual. Dengan kehadiran robot ini, dapat mengurangi angka prostitusi dari segala macam akar permasalahannya selain itu dapat juga mengurangi jumlah pedofilia yang berkeliaran di luar sana. Caranya adalah dengan menyediakan robot anak kecil untuk mereka gunakan, diharapkan hal ini dapat mengurangi angka pedofilia.

bagi sebagian orang, hal ini terdengar tidaklah etis dan tidak mengenakkan di telinga kalau ada isu yang mengatakan “ Seorang manusia menikah dengan robot”. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini dapat terjadi. Dahulu, pernikahan antar sesama jenis tidaklah diperbolehkan. Namun, seiring berjalannya waktu maka peraturan tersebut pun terkikis oleh perkembangan zaman sehingga beberapa Negara di Amerika telah memperboloehkan adanya pernikahan sejeni. Fenomena ini mungkin saja dapat terulang pada hubungan antara mansia robot. Amerika bisa saja menjadi Negara pelopor yang melegalkan pernikahan ini. Bagaimanakan dengan Indonesia kita??

Dari semua keuntungan dari robot cyborg, masi terdapat beberapa hukum alam yang tidaklah dapat dilanggar yakni masalah keturunan. Bila perkawinan antar manusia-robot dilegalkan, maka jumlah populasi manusia dapat saja mengalami penurunan. Hal ini dikrarenakan robot tidak dapat menghasilkan keturunan seperti manusia. Memang, manusia dapat ‘having sex’ dengan robot, namun hal ini tidaklah dapat membuahkan suatu benih-benih kehidupan baru. Jika semakin banyak manusia menikah dendan robot maka bumi kita ini akan mengalami krisis sumber daya manusia. Mungkin saja, bila komunitas robot sudah terlalu banyak dan kemampuan intelejensi robot tersebut berkembang pesat bumi ini akan dikuasai oleh robot-robot seperti pada filem ‘Astro Boy”.

Teknologi memang dapat memudahkan kita untuk menjalankan kehidupan kita sebagai mansia. Namun, janganlah kita mnyalahgunakan teknologi tersebut. Kita harus berpikir matang-matang mengenai dampak positif dan negative dari tindakan yang akan kita ambil sekarang. BERPIKIRLAH BIJAK!!xie-xie ni...^_^V